Home | News | Wisata Bukit Cinta Watu Prau Klaten
Kompleks Taman Wisata Watuprau dan Gardu Pandang Bukit Cinta Gununggajah Bayat

Wisata Bukit Cinta Watu Prau Klaten

KlatenTV.com – KLATEN, Setelah dibuka pada hari Minggu tanggal 23 April 2017, Kompleks Taman Wisata Watuprau dan Gardu Pandang Bukit Cinta Gununggajah Kecamatan Bayat ramai dipadati oleh para wisatawan. Tak hanya warga masyarakat di Kabupaten Klaten, Namun berbagai warga masyarakat/wisatawan dari luar Kabupaten Klaten juga menyempatkan hadir dan menikmati pemandangan di lokasi yang juga menjadi surga peneliti geologi di Indonesia itu.

Keunggulan yang ditawarkan di lokasi yang berjarak kurang lebih 20 kilometer dari pusat pemerintahan di Kabupaten Klaten itu, yaitu pemandangan alam dari ketinggian. Pemandangan yang dapat dilihat dari atas bukit Gununggajah adalah wilayah Bayat dan bahkan dapat melihat kawasan perkotaan Kota Klaten hingga wilayah Prambanan.

Di bukit Gununggajah yang seluas kurang lebih 5 hektare itu, para wisatawan dimanjakan dengan berbagai wisata alam yang jarang ditemui di objek wisata lainnya di Kabupaten Klaten. Di dasar bukit cinta, pengunjung dapat menikmati keindahan batu besar. Oleh warga masyarakat setempat disebut watuprau. Batu tersebut berukuran panjang 30 meter dan lebar 6 meter.

Menurut legenda warga setempat, batu itu awalnya perahu yang ditumpangi Joko Tuwo saat melamar Roro Denok. Saat melamar, tiba-tiba perahu itu terguling dan akhirnya menjadi bebatuan. Lokasi itu lebih dikenal dengan watuprau.

Wisatawan yang datang ke kompleks Taman Wisata Watuprau dan Gardu Pandang Bukit Cinta Gununggajah cukup membayar uang jasa parkir Rp2.000 untuk kendaraan roda dua dan bagi yang ingin menikmati keindahan Klaten dari ketinggian, pengunjung dapat naik ke bukit dengan membayar Rp2.000 ke pemuda karang taruna Gununggajah. Di bagian atas bukit itu, sudah disediakan sebuah gardu pandang yang terbuat dari kayu. Gardu pandang ini beralaskan kayu berdiameter kurang lebih 3 meter. Alas kayu itu membentuk daun cinta. Itu mengapa dinamakan Bukit Cinta karena alas kayunya membentuk seperti lambang love.

Wisatawan yang ingin menikmati suasana Kabupaten Klaten dari ketinggian harus jalan kaki menyusuri jalan setapak sepanjang hampir kurang lebih satu kilometer. Bagi yang lelah saat naik bukit, pemuda di Gununggajah sudah menyediakan kursi terbuat dari bambu di beberapa lokasi di pinggir jalan setapak itu.

Sumber: https://plus.google.com/photos/photo/118232496165958127136/6437945546954357490

Suasana di Kompleks Taman Wisata Watuprau dan Gardu Pandang Bukit Cinta Gununggajah Bayat

Kepala Desa (Kades) Gununggajah, Yoyok Kartika Cahyo, mengatakan anggaran yang disediakan membangun kompleks wisata alam di desanya senilai Rp100 juta. Sumber dana tersebut berasal dari bantuan warga setempat. Ke depan, Pemerintah Desa (Pemdes) Gununggajah menyediakan anggaran kurang lebih Rp100 juta untuk pengembangan wisata alam di daerahnya.

Lokasi Kompleks Taman Wisata Watuprau dan Gardu Pandang Bukit Cinta Gununggajah Kecamatan Bayat:

 

Sumber Foto:
Nugroho Megantoro