Home | News | Status Merapi Waspada, Pemkab klaten Siapkan Anggaran Penanganan Bencana 500 Jt

Status Merapi Waspada, Pemkab klaten Siapkan Anggaran Penanganan Bencana 500 Jt

Kota (klatentv.com) – Pemkab Klaten telah menganggarkan dana untuk antisipasi peningkatan status Gunung Merapi. Untuk penanganan bencana disiapkan dana Rp 500 juta. Jika sudah dinyatakan darurat Gunung Merapi dana siap dicairkan dan dana Biaya Tak Terduga (BTT) untuk penanganan bencana Rp 2,3 miliar.
Bupati Klaten Hj Sri Mulyani meminta masyarakat agar tetap tenang dan waspada terkait dengan status Gunung Merapi yang naik dari normal menjadi waspada. Termasuk siap mengantisipasi jika Merapi naik lagi statusnya dari waspada menjadi siaga.
Penegasan Bupati Klaten Hj Sri Mulyani disampaikan pada acara Jumpa Pers terkait status Merapi yang kini menjadi waspada di Rumah Dinas Wakil Bupati Klaten, Selasa pagi, 22 Mei 2018. Rencananya Rabu 23 Mei 2018 akan diadakan rakor lintas sektoral di Ruang B1 Pemkab Klaten antara pemerintah, relawan dan masyarakat.
Sementara Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, H Bambang Giyanto SSos MM menyatakan, desa di Kecamatan Kemalang yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) 3 antara lain di Balerante, Tegalmulyo dan di Sidorejo. Jumlah warga yang berada di KRB 3 tersebut di Balerante 3500 jiwa, di Sidorejo 4500 dan Tegalmulyo 3500.
Saat ini, kata H Bambang Giyanto, Pemkab Klaten mengajukan dana ke Pemerintah Pusat untuk perbaikan jalur evakuasi di wilayah Kecamatan Kemalang sekitar Rp 100 miliar.
Bupati Klaten Hj Sri Mulyani menegaskan, untuk aktivitas galian golongan C akan diperintahkan berhenti jika status Gunung Merapi menjadi siaga. Pemkab Klaten mohon doa seluruh masyarakat agar Gunung Merapi tetap aman sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.
Kalak BPBD Klaten H Bambang Giyanto juga mengatakan, pada Senin malam 21 Mei 2018 sebagian warga sudah mengungsi namun setelah diberitahu BPBD Klaten bahwa Gunung Merapi dengan status waspada masih aman akhirnya warga mau pulang ke rumah masing-masing. Saat ini ada tiga selter atau barak pengungsian yang bisa digunakan sewaktu-waktu untuk menampung pengungsi antara lain di selter Desa Kebondalem Lor Kecamatan Prambanan, Selter Desa Menden Kecamatan Kebonarum dan Selter Desa Demakijo Kecamatan Karangnongko.
Juga turut mendampingi Bupati Klaten pada acara jumpa pers tersebut antara lain Sekda Klaten Drs Jaka Sawaldi MM dan Camat Kemalang Kusdiyono SIP MSi.