Home | News | Ratusan Warga Melakukan Aksi Demo Di Depan PT. SCE Prambanan

Ratusan Warga Melakukan Aksi Demo Di Depan PT. SCE Prambanan

KlatenNet – Aksi Demonstrasi dilakukan sekitar 200 Warga dari 3 Desa seputar pabrik di depan pagar pabrik PT SC Enterprise di Desa Bugisan, Prambanan, Klaten(17/01). Meski ditengah guyuran hujan deras, warga tetap nekat menggelar aksi protes untuk menyuarakan aspirasi mereka kepada pihak pabrik pakaian eksport asal Italy tersebut. Aksi ini dilakukan dengan menggelar spanduk dan orasi ini sempat memanas karena ratusan warga mendesak ingin memasuki kompleks pabrik. Aksi dorong-dorongan antara petugas Kepolisian dengan pengunjuk rasa tak terhindarkan hingga akhirnya pintu gerbang pabrik berhasil ditutup oleh security PT SCE dan Polisi Polres Klaten. Karena gagal memasuki komplek pabrik, warga kemudian melakukan sweeping di luar parbik dengan melarang karyawan yang baru datang agar mengurungkan niatnya masuk. Puluhan karyawan PT SCE inipun dihalau agar kembali dan dilarang masuk kerja.

Koordinator aksi, Jarot Iswanto menyatakan aksi demo warga sekitar pabrik ini dipicu karena penanganan limbah pabrik yang tak kunjung diserahkan kepada Desa. Pihak pabrik justru menyerahkan limbah basah maupun kering yang berwujud kain perca tersebut kepada pihak luar pabrik dengan atas nama Yani Sunarno, Istri dari Bupati Klaten H. Sunarno S.E,M.Hum. masyarakat dari 3 Desa diantaranya Desa Kokosan, Desa Kebon Dalem Lor dan Desa Bugisan ini mempertanyakan kenapa limbah pabrik justru diserahkan kepada istri bupati bukan kepada warga sekitar untuk dikelola sebagai kompensasi atas beroperasinya pabrik.

Selain menggelar orasi, dalam aksinya warga juga memainkan kesenian kuda lumping sebagai simbol dari Rakyat Kecil yang selalu dijadikan korban kekuasaan. Selain itu warga juga membakar limbah kain perca serta ban bekas diluar pagar pabrik sambil menunggu proses mediasi dengan perwakilan PT. SCE yang sedang berlangsung di dalam pabrik. Polisi terpaksa memadamkan api dengan APAR agar tidak disalahgunakan untuk aksi anarkis. Meski dalam mediasi belum diperoleh titik temu, warga akhirnya membubarkan diri satu persatu. Sejak 2 tahun lalu, penanganan limbah pabrik garment PT. SCE ini terus bermasalah. Hal ini dipicu dengan ditemukannya SPK(Surat Perintah Kerja) dari pabrik yang diberikan kepada Sri Mulyani yang berstatus pengusaha. Diyakini Sri Mulyani ini adalah istri Bupati Klaten H. Sunarno S.E. M.Hum