Home | News | Ngurupke, Nguripke dan Ngirapke Budaya Klaten

Ngurupke, Nguripke dan Ngirapke Budaya Klaten

klatentv.com- Menjelang akhir tahun 2015 pemerintah kabupaten klaten bekerja sama dengan dewan kesenian setempat akan menggelar acara festival budaya klaten (FBK) tahun 2015. Festival budaya yang menampilkan 19 macam kegiatan kesenian itu diselenggarakan selama empat bulan mulai september hingga nopember 2015 dan menelan anggaran dana senilai RP 3,2 milyar.

Ketua 2 dewan kesenian klaten (DKK) fx setyawan ds mengemukakan Fbk selain untuk memberikan hiburan kepada masyarakat, yang lebih penting adalah untuk ngurupke (menghidupkan) nguripke (melestarikan) dan ngirapke (mempromosikan) kepada masyarakat setempat agar tetap mencintai seni budaya yang ada dan berkembang di masyarakat.

Menurut setyawan FBK telah diawali dengan festival karawitan klaten di pendapa pemkab yang diikuti oleh 17 kelompok seni pada 28 agustus 2015 dan festival ketoprak pelajar diikuti 17 sekolah SLTA dan ketoprak anak diikuti 4 sekolah dasar di awal september 2015.

Selanjutnya Kegiatan lain berupa festifal sepeda antik di alun-alun dan pameran seni rupa, kerajinan dan barang antik di rspd klaten (minggu 13/09/2015 jam 06 hingga tengah hari). Dilanjutkan festifal musik kroncong diikuti 17 kelompok di rspd ( sabtu 19/09/2015) dan lomba pop singer di monumen juang 1945 sangkap putung ( minggu 20/09/2015) serta festival reog diikuti 40 regu dan jathilan di jalan pemuda (minggu 27/09/2015).

Festival kuliner dan holtikultura (minggu 03/10/2015), dijelaskan setyawan, sentral di alon-alon kota pelaksanaan star dari dua lokasi yaitu bank klaten bareng lor dan tugu adipura tonggalan. Kegiatan ini dilakukan dengan penyebaran kue apem layaknya kegiatan yaqowiyu jatinom, pembagian makanan tradisional dan buah-buahan produksi lokal klaten.
“ kegiatan ini dilakukan sepanjang jalan veteran dan jalan pemuda sebagai bentuk hiburan pada masyarakat klaten “ imbuhnya.

Malam harinya, kata setyawan lebih lanjut, digelar sendratari kolosal babat kajoran di alon-alon melibatkan sekitar 500 orang seniman lokal dari sejumlah sanggar tari di klaten. Sendratari mengkisahkan kiprah pangeran kajoran yang dikenal kebal terhadap senjata dan gigih menentang dan berupaya mengusir penjajah yang melakukan penindasan di klaten dan sekitarnya.
“ festival menyiapkan panggung raksasa berukuran 14 x 20 m agar bisa menampung artis yang jumlahnya mencapai ratusan orang” ujarnya.

Kegiatan lain, berupa sarasehan sastra jawa di pendapa pemkab (10/10/2015), lomba pranata cara jawa di monumen juang 1945 sangkalputung (11/10/2015) dan lurik carnival (17/10/2015), work shop fotografi di monumen juang (20/10/2015) dan pameran fotografi di rspd (31/10/2015). Pagelaran wayang golek di monumen juang (27/10/2015), pagelaran wayang kulit di alon-alon (28/10) dan konser rakyat wali band (jakarta) di alon-alon (07/11/2015) serta melodi memoris ebit g ade (21/11/2015) serta ketoprak kolaborasi di panggung rspd (10/11/2015) yang dimainkan oleh bupati, muspida dan para kepala skpd serta seniman setempat.