Home | News | Miris, Aksara Jawa di Slempang Pelantikan Ratusan Kades Klaten Banyak Yang salah

Miris, Aksara Jawa di Slempang Pelantikan Ratusan Kades Klaten Banyak Yang salah

kota, (klatentv.com)- Tulisan dengan huruf aksara Jawa pada selempang yang dipakai kepala desa (Kades) terpilih di kabupaten klaten ternyta banyak yang salah, bahkan ada yang tidak bisa dibaca. Penulisan aksara berbordir tersebut terkesan tidak paham penggunakan huruf mati aksara jawa, Hal ini kontan menjadi bahan bullyan sejumlah pihak yang paham tata Bahasa Jawa.

sejumlah pakar Bahasa Jawa, seniman hingga praktisi pendidikan mengkritik penggunaan tulisan dengan aksara Jawa pada selempang yang digunakan para kepala desa (Kades) saat pelantikan di Pendapa Pemkab Klaten pekan kemarin.salah satunya Suwitoradya, Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Kesalahan bukan hanya pada huruf, tetapi juga pada pasangan maupun sandhangan seperti taling, pepet, wulu, suku dan lainya.

“tulisan pada selempang Kades banyak yang salah, baik pada tulisan nama desa maupun nama orang.” kata Suwito Radyo.

Penulisan nama Desa yang seharusnya desa gemblegan menjadi DHESAA GEMABALEGAANA

Lebih lanjut Suwitoradya menjelaskan, pemakaian selempang dengan tulisan aksara Jawa pada pelantikan Kades tersebut menjadi preseden buruk, dan sangat memalukan, khususnya bagi para pakar Bahasa Jawa, seniman maupun masyarakat yang mencintai budaya Jawa. apalagi persiapan pelantikan sudah direncanakan jauh hari dan melibatkan sejumlah pejabat teras atas lingkungan pemkab klaten.
Seperti diketahui, Kamis (16/5/2019) Bupati Klaten Sri Mulyani telah melantik 268 kepala desa hasil Pilkades serentak 2019. Para kepala desa terpilih ini hasil Pilkades serentak tahap II yangberlangsung pada 13 maret 2019 lalu. Pelantikan dan Pengambilan sumpah janji dilakukan langsung oleh Bupati Klaten Hj. Sri Mulyani yang terdiri dari 135 Kades Petahana yang telah menjabat lebih dari satu kali dan 133 kades baru. Dari total kades yang dilantik hari ini, 16 Kades merupakan kades perempuan dan 250 lainnya adalah laki – Laki.