Home | KlatenTV | Mengatasi Dampak Asap Dengan Alat Penyaring Udara Berbiaya 30 Ribu

Mengatasi Dampak Asap Dengan Alat Penyaring Udara Berbiaya 30 Ribu

Klatentv.com- Bencana kebakaran hutan disejumlah daerah di indonesia menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Ribuan warga harus menderita karena udara yang tercemar, bahkan akibat asap kebakaran tersebut banyak merenggut korban jiwa khususnya anak anak dan balita.

Metode sederhana untuk menjernihkan udara mulai banyak di terapkan untuk mengantisipasi pencemaran udara di atas ambang batas kesehatan tersebut. Salah satunya joko istiyanto, pemuda pelopor warga wedi klaten ini memperkenalkan metode sederhana dan murah untuk menyaring udara kotor akibat asap kebakaran hutan.

Metode kerjanya sederhana dan masuk akal, udara kotor yang berada di sekeliling kita disedot menggunakan penyaring air akuarium. Angin yang dihasilkan dari airator aquarium tentunya membawa partikel partikel buruk yang tidak baik buat kesehatan kita. Angin yang terhisap selanjutnya disalurkan dalam botol air mineral yang telah terisi air. Dan secara logika, partikel yang buruk tersebut akan tertinggal di dalam air dan hanya udara yang bersih yang tersisa, yang kemudian di salurkanmelalui selang khususuntuk dihirup manusia.

Proses pembuatannya sendiri sangat sederhana, dan cukup biaya 30 ribu yakni dengan memanfaatkan dua botol air mineral bekas dan airator aquarium. Botol pertama tutupnya saja yang dilubangi sebanyak dua buah yang difungsikan untuk selang yang disambungkan ke airator dan selang untuk bernapas. Kemudian botol kedua dipotong miring sesuai ukuran bentuk wajah di bagian mulut dan hidung. Kemudian bagian bawah botol dilubangi dengan gunting atau solder untuk tempat selang pernapasan. Setelah botol di isi air dan airator dialiri listrik alat sederhana tersebut siap digunakan.

Secara teknologi, joko istiyanto yang juga menemukan alat penghemat bbm femax tersebut menegaskan tidak akan mengkomersialkan dan akan memberikan secara cuma-cuma teknologi sederhana dan murah ini untuk membantu korban asap di sumatra maupun kalimantan.