Breaking News
Home | News | Mengancam Konservasi Candi, Abu Vulkanik Dibersihkan

Mengancam Konservasi Candi, Abu Vulkanik Dibersihkan

DSC01141DSC01139DSC01146DSC01154KlatenNet – Setelah berselimut debu vulkanis erupsi Gunung Kelud, tiga Candi besar di Kabupaten Klaten  mulai dibersihkan.  Pembersihan dilakukan,  karena jika abu vulkanik sampai masuk kesela sela batu candi, dikhawatirkan akan menyebabkan konstruksi candi rapuh, dan dalam jangka panjang candi bisa runtuh.

Tiga candi besar di Klaten ditutup sejak jumat, (14/2) setelah abu vulkanik Gunung Kelud merambah Jawa Tengah. Namun, aktivitas vulkanik gunung yang berada di Jawa Timur itu relatif berkurang dalam status awasnya. Balai Pelestarian Cagar Budaya, (BPCB) Jawa Tengah pun segera membersihkan Candi dari abu vulkanik.

Seperti yang terlihat di Candi Plaosan, Kebondalem Lor Prambanan, Klaten.  Puluhan pekerja melakukan pembersihan abu vulkanik yang cukup tebal, di antara batu Candi. mereka pun  harus naik ke puncak Candi, agar bisa menjangkau ke semua relief Candi yang tertutup abu. Pembersihan inipun dilakukan dengan sangat hati hati dan mengunakan peralatan khusus, berupa bambu sapu dan sikat halus, agar tidak merusak detiel relief. setelah dibersihkan, Petugas kemudian menyemprotkan air bertekanan tinggi.  dalam pembersihak  ini, petugas sangat menghindari hujan,  karena hujan akan membawa material debu masuk ke celah batu Candi.

Kepala BPCB Jawa Tengah, Sri Sdiningsih mengatakan semua Candi yang berada di Kabupaten Klaten, tertutup abu vulkanik erupsi Gunung Kelud cukup tebal. Jika tidak segera dibersihkan, dikhawatirkan abu akan masuk kesela sela batu candi. dalam jangka panjang, abu vulkanik tersebut bisa mengancam kekokohan konstruksi candi, dan candipun bisa runtuh.
Sejauh ini,  debu vulkanis yang menutupi permukaan batu Candi, sebagian sudah dibersihkan oleh petugas perawatan Candi. Sedangkan untuk pembersihan abu yang menutup bagian detil relief candi ,ditangani langsung oleh tim BPCB Jawa Tengah. Selama pembersihan,  obyek wisata candi yang ada di Klaten, seperti Candi Sojiwan, Plaosan maupun Candi sewu, tertutup untuk pengunjung. pengunjung yang datang, kini hanya bisa mengabadikan obyek peninggalan sejarah ini dari luar pagar kompleks candi. direncanakan, prtoses pembersihana akan memakan waktu hingga seminggu kedepan.

Leave a Reply