Home | KlatenTV | Kirab Syukuran Banyu Umbul Pluneng Disambut Tari Ciblon

Kirab Syukuran Banyu Umbul Pluneng Disambut Tari Ciblon

Gelaran syukuran banyu 2018 bertema resik banyuku, resik uripku yang digelar desa pluneng, kecamatan kebonarum berlangsung meriah. Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan tahun kelima sejak pertama kali digelar pada tahun 2014, rangkaian kegiatan syukuran banyu diawali dengan penanaman pohon, bersih-bersih sungai di desa pluneng dan puncaknya hari minggu, kirab budaya dan pagelaren wayang kulit. Turut hadir dan membuka secara langsung bupati klaten beserta jajarannya.
Syukuran banyu ini diadakan sebagai wujud syukur dan melestarikan serta menjaga agar air yang kita nikmati ini senantiasa terus mengalir dan bisa dinikmati anak cucu kita kelak. Pada acara tersebut terdapat 18 gunungan tumpeng yang berasal dari seluruh rw desa pluneng dan desa lain di wilayah kecamatan kebonarum, kemudian diarak dari depan gedung seni budaya desa pluneng menuju umbul tirto mulyono.
Ratusan warga desa pluneng, kecamatan kebonarum, kabupaten klaten memadati sepanjang lokasi kirab yang berakhir di umbul lanang untuk menyaksikan rangkaian kegiatan budaya. Acara kirab syukuran banyu ini mengarak kendi dan tumpeng berisi hasil pertanian berupa sayuran, dari balai desa pluneng menyusuri sawah dan sungai menuju umbul lanang yang berjarak sekitar 1 km.
Sesampai di umbul lanang tumpeng, kendi, padasan, klenthing, dan wadah air lainnya diletakkan di tepi kolam. Rombongan kirab disambut dengan musik ciblon, musik yang dihasilkan oleh pukulan tangan di permukaan air dengan berbagai variasi. Syukuran banyu sendiri mengandung pengertian ucapan terima kasih atas melimpahnya air meski dimusim kemarau seperti sekarang ini, dengan syukuran ini warga akan semakin sadar untuk memelihara air, menjaga dan melestarikan dengan sebaik mungkin.
Tradisi ini muncul atas gagasan masyarakat setelah masa panen yang terus menerus melimpah akibta tersedianya air di desa mereka. Selain itu tradisi ini mempunyai tujuan memohon kepada tuhan yang maha esa untuk keselamatan dari ancaman bencana alam, sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat atas rezeki, kesehatan dan ketenteraman. Ciri khas dalam kegiatan merti desa adalah adanya tumpeng nasi putih dan ingkung. Ingkung adalah ayam jago yang dimasak utuh, tanpa dipotong-potong yang diikat atau dibelenggu antara leher dan kakinya. Ingkung dihadirkan sebagai perlambang agar manusia tidak mengikuti perilaku ayam jago yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.
Berdasarkan pengertian tersebut, syukuran banyu dapat dijelaskan sebagai sebuah bentuk rasa syukur kepada tuhan yang maha esa telah memberikan rahmat berupa air yang melimpah-ruah dan upaya memelihara air, menjaga dan melestarikannya sebaik mungkin.
Joko pitoyo, salah satu inisiator syukuran banyu desa pluneng bersama udi prasojo dan lanjar puryanto, mengatakan masyarakat pluneng sangat beruntung karena di tengah kemarau panjang yang mendera ketersediaan air bersih mereka tetap terjaga. Menurut joko pitoyo, masyarakat pluneng hanya nemu(menemukan sesuatu tanpa usaha) berlimpahnya air di desa mereka. Ada pihak lain yang diyakini berperan besar terhadap kondisi tersebut, yaitu peran saudara-saudara mereka yang tinggal di lereng g. Merapi sebagai daerah tangkapan hujan.
Ketersediaan air di pluneng sangat tergantung pada seberapa besar tutupan lahan lereng g. Merapi oleh tanaman tahunan.
Kesadaran spasial-ekologis semacam ini tentu saja akan sangat berdampak positif bagi kelestarian air dan kelestarian lingkungan pada umumnya. Ide besar dari desa kecil pun muncul dari pluneng:
Kegiatan syukuran banyu desa pluneng diwarnai dengan doa bersama oleh pemuka agama serta pengambilan air umbul (mata air) oleh bupati klaten sri mulyani.
Air yang ditempatkan dalam wadah padasan (tampungan air untuk wudlu), kendi, dan klenthing diboyong menuju lokasi pelaksanaan pentas wayang kulit semalam suntuk.
Dalam sambutannya bupati klaten berpesan kepada camat dan kepala desa untuk menjaga, melestarikan dan memanfaatkan sumber mata air dengan baik, sehingga sumber mata air ini mampu meningkatkan kesejahteraan bagi warga masyarakat di sekitarnya. Dan dengan syukuran banyu semoga tuhan yme menambah limpahan rahmat dan keberkahan.
Pemkab klaten juga telah memberikan bantuan anggaran untuk memperluas kawasan wisata umbul pluneng, harapannya umbul pluneng nantinya bisa menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di kabupaten klaten.