Home | News | Femax Bantu Air Bersih Ke lereng Merapi

Femax Bantu Air Bersih Ke lereng Merapi

Klatentv.com – Dampak kemarau panjang dialami ratusan warga yang tinggal di lereng gunung merapi kemalang klaten. Air bersih kini menjadi barang langka, bantuan air bersih yang datang selalu menjadi rebutan warga.
Femak,alat penghemat bahan bakar minyak (BBM) dan komunitas motor trail klaten, dragon cruiser terketuk hati untuk melakukan aksi bakti sosial di desa sidorejo, kemalang klaten. Bersama alumni smk 2 klaten minggu (23/08) mereka melakukan dropping air sebanyak 12 tanki. Kedatangan air bersih inipun langsung mendapat sambutan hangat dari warga. Mereka langsung berdatangan mengambil air dengan membawa jerigen serta ember.

Joko"Femax"istiyanto bersama komunitas tril dan dibantu Personil TNI Memberikan Air Bersih Ke warga Sidorejo

Joko”Femax”istiyanto bersama komunitas tril dan dibantu Personil TNI Memberikan Air Bersih Ke warga Sidorejo

Ada yang unik dalam dropping kali ini. Para anggota komunitas tril yang beranggotakan dari berbagai latar belakang profesi ini pun menempuh jalur offroad untuk mencapai lokasi. Dengan mengendarai trail lengkap dengan safety raidingnya,mereka menyusuri jalan menuju lereng merapi, bersama truk tangki air milik bpbd klaten. Setelah sampai dilokasi,offroader langsung ikut membagikan air kedalam bak-bak penampungan.
Owner femax, joko istiyanto mengatakan sengaja ingin berbagi dengan warga yang kekurangan air bersih. Untuk itu pihaknya mengajak komunitas motor trile klaten untuk blusukan sambil survey lokasi yang memerlukan bantuan air bersih. Selain memberikan air bersih, joko “femak”istiyanto juga membagikan sejumlah alat penghemat bbm kepada warga setempat.
Sementara kepala desa sidorejo, jumakir mengakui jika warganya masih sangat membutuhkan bantuan air bersih. ”selama musim kemarau warga kami hanya bisa mengndalkan air dari bantuan orang lain, bak penampungan air hujan kini sudah menyusut, bahkan beberapa diantaraya sudah mengering. Untuk membeli, warga jelas sangat keberatan, apalagi harga per 5000 liter air sudah mencapai Rp.200 ribu.
Rencananya dropping air tidak hanya sekali saja dilakukan. Selama musim kemarau, penemu sejumlah alat penghemat ini berencana akan melakukan aksi sosial kembali. Joko bahkan berencana akan membuat alat mekanis yang difungsikan untuk mengangkat air dalam tanah ,yang diduga masih tertampung di bawah tanah dilereng merapi.