Home | Wisata | Candi Merak Sing Merake Ati

Candi Merak Sing Merake Ati

KlatenTV.com – KarangnongkoCandi Merak? Apakah itu? Dimanakah itu? Itulah segelintir pertanyaan yang terlintas bagi orang-orang yang berasal dari luar daerah Kabupaten Klaten. Candi Merak memang belum setenar Candi Prambanan maupun Candi Ratu Boko. Untuk mengetahuinya mari kita bahas satu persatu.

Apa itu Candi Merak?

Candi Merak merupakan salah satu candi Hindu yang berdiri di atas lahan seluas 2000 meter persegi. Kompleks candi ini terdiri dari sebuah candi induk dan tiga candi perwara. Candi Merak terdiri dari satu candi induk yang menghadap ke timur dan tiga candi perwara yang semua menghadap ke barat ke arah candi induk. Candi induk berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 8,38 x 8,38 m,tinggi 12 meter. Penampil candi berukuran panjang 155 cm dan lebar 160 cm. Pipi tangga berukuran panjang 230 cm dan lebar 252 cm. Di dalam Candi Merak terdapat Lingga Yoni yang berada di dalam bilik candi utama.

Selain Lingga Yoni terdapat pula arca Durga yang menempati relung utara dan Ganesha yang berada di relung barat. Selain itu terdapat arca-arca lain di sekitar halaman candi Merak seperti Nandi dan dewa-dewa lain dalam agama Hindu ,sesuai sifatnya yakni candi Hindu. candi ini dibuat pada zaman Mataram Kuno. Pada masa Wangsa Syailendra yang menganut agama Hindu Siwa.

Dimana Lokasinya?

Candi Merak terletak di Dukuh Candi Merak, Desa Karanganom, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten. Dari Kota Klaten, butuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai disini. Candi dengan ketinggian 12 meter ini terletak di tengah-tengah pemukiman warga.

Sejarahnya Bagaimana?

Pertama kali ditemukan sekitar tahun 1925. Saat itu candi berada pada sebidang lahan yang ditumbuhi sebatang pohon beringin raksasa. Rupanya rimbunnya  pohon beringin menyebabkan banyak burung Merak bertengger dan tidur di atas pohon setiap hari. Saking tuanya umur pohon beringin tersebut, suatu ketika pohon tersebut roboh. Dibawah perakaran pohon besar itu ternyata tersimpan reruntuhan sebuah candi yang ditemukan berupa arca dan bebatuan. Candi yang ditemukan saat itu belum memiliki nama,mengingat pohon beringin yang tumbuh kala itu dijadikan “rumah” burung Merak maka sebagai tetenger candi tersebut  dinamakan “Candi Merak”.

Kapan saya dapat ke Candi Merak?

Candi Merak dibuka untuk umum setiap hari dan akan ditutup untuk umum pada saat ada acara persembahyangan menyambut Hari Raya Agama Hindu yaitu Hari Siwaratri. Tiket masuk hanya perlu membayar retribusi Rp 2.000 untuk pemeliharaan candi.

 

 

Sampaikan pertanyaan, kritik, maupun saran yang membangun dalam artikel tentang Candi Merak yang saya buat ini ke email: feedback@klatentv.com
Terimakasih