Home | News | 6 Jam Pencarian Korban Jembatan Rapuh Ditemukan

6 Jam Pencarian Korban Jembatan Rapuh Ditemukan

KlatenNet – 7 jam dinyatakan hilang terseret arus sungai Dengkeng, korban jembatan rapuh di desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Sukinah Gito Wardoyo(67 tahun) akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia Rabu sore ( 29/01). Korban Sukinah ditemukan warga desa Majasto, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo tersangkut di bawah jembatan Majasto yang berjarak lebih dari 10 km dari lokasi hilangnya korban di jembatan Sesek Bambu di Dusun Nglirik, desa Tegalsari, Weru, Sukoharjo. “Yang menemukan warga Majasto, kami tim relawan dan juga SAR sudah menyisir sungai sejak pagi untuk mencari korban, dan pencarian kami sudah dekat dengan lokasi jasad korban ditemukan”. Tegas Diyoko salah satu anggota tim pencari dari relawan KTB Klaten.
Setelah berhasil ditemukan, jasad  Sukinah selanjutnya dibawa ke Puskesmas Tawangsari untuk dilakukan identifikasi bersama Kepolisian Polsek Tawangsari. Korban selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Sukinah Gito Wardoyo menjadi korban jembatan Sesek Bambu yang kini telah rapuh namun masih digunakan warga Sukoharjo menyeberang ke wilayah klaten.
Puluhan anggota SAR gabungan dari Klaten dan Sukoharjo diturunkan untuk mencari korban, yang sejak rabu pagi dikabarkan hilang. Warga hanya menemukan tongkat serta sepasang sandal jepit milik korban di dekat jembatan yang berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya. Di sungai Dengkeng anak sungai bengawan solo yang berada diperbatasan Klaten – Sukoharjo ini, terdapat belasan jembatan Sesek darurat yang kondisinya mengkhawatirkan. Jembatan yang terbuat dari bambu ini
menjadi akses utama warga Sukoharjo untuk pergi menggarap sawah di wilayah Klaten.