Home | KlatenTV | 5 Ton Apem Jadi Rebutan Warga Di Yaqowiyyu

5 Ton Apem Jadi Rebutan Warga Di Yaqowiyyu

klatentv.com – Sejumlah pejabat menghadiri acara budaya dan tradisi sebar Apem Yaqowiyu Kyai Ageng Gribig di Desa Kajen, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten. Berbeda dengan perayaan sebelumnya, sebar apem yang diikuti ribuan warga ini dihadiri mentri perindsutrian, gubernur jateng serta anggota dpr ri. tradiis turun temuurn ini digelar pada bulan Safar atau Sapar pada Jumat kedua. Sehingga sebagian orang menyebutnya tradisi Saparan. Puncak tradisi Yaa Qowiyuu ditandai penyebaran kue apem sebanyak 5 ton. Kue apem tersebut diarak dari kantor Kecamatan Jatinom,. Kue apem sebanyak ini merupakan swadaya yang dikumpulkan dari warga setempat. Sebelum disebarkan, kue apem tersebut diinapkan di masjid Besar Kiai Ageng Gribig Jatinom. Setelah salat Jumat apem tersebut diarak menuju Sendang Plampeyan yang tidak jauh dari makam Kiai Gribig. Di lokasi acara terlihat ribuan orang berjejal di Sendang Plampeyan. Mereka datang ingin berebut kue apem yang disebarkan dari panggung penyebaran yang tingginya sekitar 8 meter. Di Sendang Plampeyan tersebut ada dua panggung untuk penyebaran apem. Tradisi tahunan ini cukup spesial untuk tahun 2017. Sebab selain dihadiri pejabat pemkab, , juga Gubernur Jateng Ganjar Pranowo serta Menteri Perindustriandan anggota dpr ri endang sri karti handayani ikut hadir. Para pejabat ini mendapat giliran pertama untuk penyebarkan kue apem kepada masyarakat yang berada di Sendang Plampeyan. Sejarah tradisi ini pada mulanya, Kyai Ageng Gribig ke Mekkah untuk menunaikan Ibahdah Haji. Sewaktu berada di Mekkah mendapat apem 3 buah yang masih hangat, kemudian dibawa pulang untuk anak cucunya, ternyata sampai di Jatinom apem tersebut masih hangat. Dengan bersabda “Apem Yaqowiyu” artinya kata yaa qowiyyu itu ialah Tuhan Mohon Kekuatan. Berhubung apem buah tangan itu tidak mencukupi untuk anak cucunya, maka Nyai Ageng Gribig diminta membuatkan lagi agar dapat merata. Kyai Ageng Gribig juga meminta kepada orang-orang Jatinom; di bulan Sapar, agar merelakan harta bendanya sekedar untuk zakat kepada sesama. Oleh karena orang-orang semua tahu bahwa Nyai Ageng Gribig sedekah apem, maka kini penduduk Jatinom ikut-ikutan sama membawa apem untuk selamatan. Sekarang ini orang-orang Jatinom membawa apem untuk diserahkan ke Panitia Penyebaran Apem, dan sesudah sholat Jumat disebarkan di lapangan.