Home | News | 2016 Perangkat Desa Akan Memperoleh Siltap

2016 Perangkat Desa Akan Memperoleh Siltap

Klatentv.com_Para kepala desa dan perangkat desa di kabupaten klaten mulai bisa bernafas lega, perjuangan mereka untuk mendapatkan penghasilan tetap akhirnya didengatkan pemerintah. mulai tahun 2016 pata perangkat desa akan mendapatkan penghasilan tetap (siltap). Besarnya siltap akan diambilkan  dari alokasi ADD.

Pemerintah  kabupaten klaten  bersama forum-forum perangkat desa  senin (16/11/2015) membahas  besaran penghasilan tetap yang  akan dterima  para kepala desa dan perangakat desa. Asisten satu pemerintah kabupaten klaten bambang sigit sinugroho mengatakan bahawa mulai tahun 2016  para kepala desa dan perangkat desa akan  mendapatkan penghasilan tetap. Dana penghasilan tetap itu  diambil dari alokasi dana desa ADD dan Besaran  penghasilan tetap itu  nantinya akan ditentukan melalui peraturan bupati, Sedangkan  tunjungan  mereka  akan diambilkan dari Bengkok yang  selama ini mereka garap didasarkan  hail musayrakah masing-masing desa.

“jadi untuk kepada desa dan perangkat desa mulai tahun 2016  mendapatkan penghasilan tetap, yang diambilkan dari ADD.  untuk biaya operasional desa nanti melalui peratusan bupati ditentukan besaran penghasilan siltap terssbut.” papar sigit

Dikatakan bambang sigit sinugroho, ADD  desa antinya akan  menerima   kurang lebih 300 juta,  yang  60 persennya untuk operasional  salah satunya  guna  penghasilan tetap. Dengan asumsi perolehan ADD Rp 300 juta per desa maka Siltap diusulkan Rp 1,4 juta sampai Rp 1,7 juta. Selama ini mereka telah mendapatkan tunjangan yang besarannya 600 ribu dan nanti tunjangan tersebut akan dibambilkan  dari tangah bengkok tersebut.

Mereka yang diikutsertakan untuk melakukan pembahasan besaran  penghasilan tetap  itu antara lain persatan perangkat desa indonesia, persatuan perangkat desa  republik indonesia (PPDRI) dan juga  bakti manggala.
Persatuan Perangkat Desa Republik Indonesia (PPDRI). jumlah Perdes di Klaten mencapai sekitar 2.400 orang. Mereka tersebar di 391 desa di 26 kecamatan. Selama ini, Perdes mendapatkan penghasilan dari tanah bengkok yang mereka kelola sendiri.