Home | News | 20 Desa Paseduluran Disiapkan Untuk Backup Shelter Pengungsian Merapi

20 Desa Paseduluran Disiapkan Untuk Backup Shelter Pengungsian Merapi

Kota( klatentv.com)- Pemkab Klaten menyiapkan 20 desa paseduluran sebagai antisipasi jika ketiga selter yang ada tidak mampu menampung pengungsi gunung merapi. Desa paseduluran sebagai konsep evakuasi mandiri berada di kecamatan yang aman dari erupsi gunung Merapi.
persiapan Desa Paseduluran Disampaikan Saat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Rabu (23/5/2018) mengadakan rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral menyusul dinaikannya status Gunung Merapi dari normal menjadi waspada oleh Balai Penyelidikan dan Pengemabangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta. Rakor lintas sektoral diadakan di Ruang B1 Setda Klaten dengan dipimpin Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, H Bambang Giyanto, SSos, MSi.
Kalak BPBD Klaten H Bambang Giyanto, SSos, MSi mengatakan, sesuai saran BPPTKG Yogyakarta bahwa masa istirahat Merapi untuk letusan magmatik sudah mendekati masa istirahat letusan seperti yang terjadi tahun 1872 selama 11 tahun dan tahun 1930 selama 9 tahun. Maka perlu dilakukan upaya persiapan terutama dalam meningkatkan kapasitas semua pemangku kepentingan penanggulangan bencana Merapi dan juga masyarakat.
Pemkab Klaten telah menyiapkan lokasi pengungsian di Selter Desa Kebondalem Lor Prambanan untuk warga Balerante, Selter Menden Kebonarum untuk warga Sidorejo dan Selter Demakijo Karangnongko untuk warga Tegalmulyo.
Selain itu, Pemkab Klaten juga sudah menyiapkan 20 desa paseduluran jika ketiga selter tidak mampu menampung pengungsi. Desa paseduluran sebagai konsep evakuasi mandiri dan desa paseduluran berada di kecamatan yang aman dari puncak Merapi masing-masing desa-desa yang ada di Kecamatan Prambanan, Kebonarum, Karangnongko dan Kecamatan Jogonalan.
Sedangkan Nur Tjahjono Suharto, SSos, MSc dari BPBD Klaten pada rakor tersebut menyatakan, untuk penanganan erupsi Merapi khususnya untuk penanganan pengungsi dibagi ke dalam 10 sektor masing-masing sektor manajemen dan koordinasi, sektor keamanan, sektor kesehatan, sektor evakuasi dan transportasi, sektor barak dan pengungsian, sektor komunikasi informasi dan dokumentasi, sektor pendidikan, sektor logistik, sektor dapur umum dan sektor peternakan. Semua sektor bergerak jika Gunung Merapi sudah dinyatakan level tiga berstatus siaga.
Desa yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III masing-masing Desa Balerante dengan jumlah penduduk 1954 jiwa, difabel 13 orang, ternak sapi 1165 ekor dan ternak kambing 207 ekor, Desa Sidorejo jumlah penduduk 4.167 jiwa, difabel tidak ada, ternak sapi 2234 ekor, ternak kambing 536 ekor dan Desa Tegalmulyo dengan penduduk 2422 jiwa, difabel 9 orang, ternak sapi 1372 ekor dan ternak kambing 588 ekor.
Rakor juga dihadiri Sekda Klaten Drs H Jaka Sawaldi MM, Asisten I Sekda Klaten dr Ronny Roekmito MKes, Kepala Satpol PP Klaten H Sugeng Haryanto SE MM, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Klaten Sigit Gatot Budiyanto SE MM, Kabag Humas Klaten H Wahyudi Martono SSos MM. Kemudian juga hadir Kepala Markas PMI Klaten Drs H Sabar Sumarta, Komandan SAR Klaten Pandu Wirabangsa, SH MEng, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bagas Waras Klaten dr H Limawan Budiwibowo MKes, perwakilan rumah sakit yang ada di Klaten, para relawan serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Klaten